Pekabaran Injil di Indonesia
Sumber gambar : https://ms.wikipedia.org/wiki/Gunung_Muri
Latar belakang lahirnya gereja di Indonesia adalah sosial, politik, dan religius.
dimana Indonesesia merupakan negara maritim multi-kultural dan Religius,
sejak jaman purba menjadi kerajaan-kerajaan kecil, kecuali Sriwijaya dan
Majapahit. Agama asli pribumi adalah agama suku Animisme dan Dynamisme
yaitu penyembahan kepada arwah leluhur dan pelaku praktik kebatinan.
Pengaruh dari luar sebelum masuknya masuknya kekristenan, hasil akulturasi
dengan bangsa lain lewat perdagangan memunculkan banyaknya keberagaman
religi seperti Hindu/Budha kemudian Islam abad 13 kemudian masuknya
kekristenan abad 16. Kekristenan masuk hampir bersamaan dengan
Hindhu/Budha pada abad 5.Sebagai hasil Pengkabaran Injil gereja
Nestorian/Asia Purba dari Mesopotamia. Dengan melewati jalan perdagangan
(Jalur Sutra) dari Asia Barat menuju India tepatnya di Malabar dimana gereja
Thomas berkembang sampai di Asia Tenggara menuju pantai barat
Sumatera utara tepatnya di pelabuhan kuno Fancur dan Barus. Tetapi karena
letak jemaat jauh dari sumbernya dan tidak dapat berkesinambungan maka
akhirnya kekristenan ditempaat itu mulai berkuran Abad 13 Islam masuk
lewat semenanjung Malaka dan Sumatera menuju Jawa dengan mendirikan
kerajaan-kerajaan setelah runtuhnya Majapahit, kemudian dari Malaka ke
Maluku melalui kerajaan Ternate, Tidore, dan Halmahera. Dibeberapa daerah
masihmenganut agama suku dan Hindu/Budha, sedangkan Sulawesi Utara dan
Timor masihmenganut agama suku, Bali dengan agama Hindhu, pada saat itu
mayoritas Agama Hindhu/Budha dan Islam adalah agama tinggi, pemerintahan
dan agama tidak dapat dipisahkan. Dimanapun ada agama tinggi, Pekabaran
Injil tidak dapat meresap kuat, tidak pernah menjadi agama rakyat. Tetapi
kekristenan dapat menembus agama suku dan dapat menjadi agama rakyat
dibeberapa suku di indonesia.
Sumber:
Diktat matakuliah Sejarah Gereja Indonesia Dra. Martati Insuhardiq Kumaat,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar