Translate

Rabu, 23 Juli 2025

HAK ASASI MANUSIA

Bab 1 Hak Asasi Manusia

(Mazmur 133 I Raja-Raja 21) 


Tujuan Pembelajaran :

  1. Memahami praktik Demokrasi dan HAM sebagai wujud iman. 
  2. Menjelaskan cara mewujudkan hak asasi manusia di Indonesia.
  3. Mendiskusikan bagian Alkitab yang menulis tentang hak asasi manusia. 
  4. Menjelaskan tugas dan tanggung jawab remaja Kristen dalam mewujudkan hak asasi manusia. 
  5. Membuat karya sebagai wujud kepedulian terhadap HAM 6. Melakukan kegiatan sebagai bukti peduli HAM

Pengantar

        Pembahasan mengenai Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (selanjutnya disingkat HAM) merupakan topik yang sangat penting karena menyangkut hak paling mendasar yang diberikan Allah bagi manusia, misalnya hak untuk hidup dan dihargai sebagai manusia makluk mulia ciptaan Allah. Dalam kenyataan terjadi banyak pelanggaran terhadap demokrasi dan HAM. Oleh karena itu, pembahasan mengenai demokrasi dan HAM diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi remaja Kristen untuk menyadari bahwa manusia diciptakan Allah sebagai makluk mulia yang memiliki martabat dan hak sejak dalam kandungan ibu. Pada sisi lain, pembahasan ini sekaligus memotivasi remaja Kristen untuk mampu membela HAM-nya maupun HAM orang lain.

        Pembahasan mengenai demokrasi dan HAM tidak dimaksudkan mengambil alih isi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) justru memperkuat pembahasan demokrasi dan HAM dalam mata pelajaran lainnya. Pembahasan demokrasi dan HAM dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen lebih terfokus pada tinjauan dari segi ajaran iman Kristen. Hal ini penting agar tiap remaja Kristen menyadari bahwa dirinya terpanggil untuk turut serta mewujudkan demokrasi dan HAM sebagai orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus.

        Pembahasan topik ini akan dilakukan secara berseri dalam dua kali pembahasan. Pada topik pertama, akan mempelajari demokrasi dan HAM sebagai anugerah Allah. Pada topik kedua, akan mempelajari demokrasi dan HAM dalam konteks global dan lokal. Pembahasan mengenai demokrasi dan HAM sebagai anugerah Allah memberikan pencerahan bagi kamu bahwa Allah telah meletakkkan dasar-dasar HAM dan demokrasi yang dapat dijadikan acuan bagi orang Kristen dalam melaksanakan demokrasi dan HAM.

Pengertian Demokrasi dan HAM

        Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi, baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Demokrasi juga merupakan seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan beserta praktik dan prosedurnya. Demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia di sini letak titik kait yang erat antara demokrasi dan HAM. Hanya pemerintahan demokrasilah yang dapat menerapkan HAM dan sebaliknya HAM hanya dapat terlaksana di tempat di mana ada pemerintahan yang demokratis.

        Hak asasi manusia atau biasa disingkat HAM merupakan hak yang dimiliki oleh setiap orang sebagai manusia makluk ciptaan Allah. Hak yang paling mendasar adalah hak untuk hidup. Hanya Tuhanlah pemberi kehidupan dan Dia jugalah yang berhak mengambil kehidupan itu. Namun, sayang sekali dalam kenyataannya, masih banyak orang yang belum menyadari dirinya memiliki hak yang tidak dapat dilanggar ataupun diambil oleh orang lain. Bukan hanya manusia sebagai individu, bahkan institusi atau lembaga negarapun dapat melanggar HAM warga negaranya ketika Negara tidak dapat menjamin terpenuhinya HAM warga Negara sebagai individu maupun kelompok.

        Dalam sikap hidup sehari-hari terkadang sadar ataupun tidak kamu melakukan tindakan yang menjurus ke arah pelanggaran terhadap hak asasi seseorang. Berita-berita yang tersebar di media massa baik cetak maupun elektronik telah menggambarkan berbagai peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh remaja terhadap teman maupun orang lain bahkan sampai kehilangan nyawa. Oleh karena itu, pembahasan mengenai demokrasi dan HAM dapat memberikan pencerahan kepada kamu untuk terpanggil menghargai demokrasi dan HAM sesama dan memperjuangkan demokrasi dan HAM bagi diri kalian dan orang lain.

        Hak Asasi Manusia adalah hak dasar semua orang tanpa kecuali. Prinsip demokrasi adalah semua warga negara bebas untuk mengemukakan pendapat bahkan untuk berkumpul dan bermusyawarah. Demontrasi merupakan bagian dari cara orang menyampaikan pendapat. Sudah ada saluran hukum yang menjamin hak warga negara. Namun, pemanfaatan hak harus diikuti dengan rasa tanggung jawab. Jika cara kita mengemukakan pendapat dilakukan dengan cara kekerasan, hal itu sudah merupakan penyimpangan. Merusak fasilitas umum merupakan tindakan kriminal. Tujuan yang baik jika disampaikan dengan cara yang salah dan menyimpang maka akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Tiap orang dapat menyampaikan sikapnya melalui demonstrasi tapi secara tertib dan damai tanpa provokasi dan kekerasan.


Memahami Demokrasi dan HAM dalam Alkitab

Di dalam Alkitab kita tidak menjumpai praktik Demokrasi dan HAM seperti yang kita kenal sekarang. Namun di situ kita dapat menemukan benihbenihnya, misalnya dalam penghargaan terhadap kehidupan dan nyawa seseorang, dalam perintah-perintah agar manusia hidup saling memperlakukan sesamanya dengan baik.

        Mazmur 133 berbicara tentang suatu masyarakat yang hidup rukun bagai saudara. Masyarakat yang hidup rukun seperti ini tentu akan saling menghargai sesamanya. Mereka tidak akan saling menekan, menindas, memeras, apalagi menganiaya. Menurut pemazmur, masyarakat seperti itu akan tampak indah. Sudah tentu, karena masyarakat seperti itu tidak akan banyak mengalami konflik. Konflik atau perbedaan pendapat akan mereka selesaikan dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, kepada masyarakat seperti itulah Tuhan Allah akan melimpahkan berkat-Nya. Mengapa demikian? 

Jika Mazmur 133 bicara tentang masyarakat yang hidup rukun, maka Kitab I Raja-Raja pasal 21 bicara tentang bagaimana Raja dan Isterinya menggunakan kekuasaan untuk menindas dan merampas hak warga negaranya. 

Cakupan HAM

        Hak Asasi Manusia adalah hak paling mendasar yang dimiliki oleh manusia dan tidak dapat diambil oleh orang lain bahkan oleh negara sekali pun. Hak untuk hidup adalah salah satu bentuk hak paling mendasar yang diberikan Tuhan pada manusia. Hak-hak asasi mencakup:

  1. Hak warga negara, yang mencakup hak untuk hidup dan merasa aman, untuk memiliki privasi, untuk berkeluarga, hak milik pribadi, menyatakan pendapat dengan bebas, memeluk dan melaksanakan agama/kepercayaan, dan berkumpul dengan damai. 
  2. Hak-hak politik, mencakup hak untuk berserikat, membentuk partai politik, ikut serta memilih dan dipilih dalam pemilihan umum, menduduki jabatan pemerintahan, dan sebagainya. 
  3. Hak-hak ekonomi dan sosial, mencakup hak untuk bebas dari kemiskinan, hak untuk diterima dalam masyarakat dan bangsa-bangsa, dan hak untuk menentukan nasib sendiri 
Sejarah Singkat Demokrasi dan HAM
Menurut Diane Revitch dan Abigail Thernstrom (ed.) dalam buku “Demokrasi Klasik dan Modern”, pada tahun 1941 Franklin Delano Roosevelt menyampaikan pidatonya yang terkenal mengenai empat kebebasan yang diharapkannya diberlakukan di seluruh dunia, yaitu:
  1. Kebebasan berbicara dan berpendapat di mana pun juga di dunia. 
  2. Kebebasan kepada setiap orang untuk beribadah kepada Tuhan dengan caranya sendiri di mana pun juga di dunia.
  3. Kebebasan dari kekurangan. Artinya setiap negara berhak untuk hidup damai dan memberikan kedamaian bagi masyarakatnya serta kesehatan yang baik.
  4. Kebebasan dari rasa takut. Artinya tiap negara dan masyarakatnya memiliki hak untuk bebas dari serangan dan intimidasi maupun invasi negara lain maupun negara tetangganya.

        Pada saat pidato tersebut disampaikan, masyarakat dunia berada dalam bayang-bayang kehancuran karena Perang Dunia II sudah di ambang pintu. Ada beberapa peristiwa menyedihkan yang terjadi, yaitu Perang Dunia II yang membunuh cukup banyak umat manusia serta menghancurkan berbagai tempat di dunia. Pembantaian etnis Yahudi oleh Jerman Nazi di bawah pemerintahan Adolf Hitler. Perang Dunia II telah meninggalkan bekas-bekas yang pahit bagi sejarah umat manusia, yaitu penghancuran terhadap tatanan masyarakat serta pelanggaran besar-besaran terhadap hak asasi manusia. Belajar dari kepahitan itu, pada tahun 1948 bangsa-bangsa di dunia sepakat untuk memberlakukan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). Kesepakatan itu ditandatangani oleh semua negara anggota PBB di New York pada tahun 1948. Nampaknya pidato Presiden Roosevelt mempengaruhi dan menginspirasi lahirnya deklarasi hak asasi manusia yang dicanangkan oleh PBB. 

Demokrasi dan HAM di Indonesia

        Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cukup banyak mengalami kepahitan akibat kehilangan hak-hak dasar sebagai manusia melalui penjajahan selama tiga setengah abad. Termotivasi oleh kesadaran HAM maka para pejuang mendirikan organisasi Budi Utomo sebagai organisasi pertama yang menjadi titik awal pergerakan nasional atau organisasi pertama yang menggugah kesadaran nasional. Mereka memperjuangkan adanya kesadaran untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat sebagai hak yang harus dijalankan oleh setiap orang. Tentu saja gerakan ini ditentang oleh pemerintahan Belanda yang menjajah Indonesia. Selanjutnya, perjuangan kemerdekaan Indonesia dimotivasi oleh adanya kesadaran akan hak-hak asasi manusia. Perkembangan perjuangan akan pemenuhan hak-hak asasi manusia di dunia, khususnya di Eropa dan Amerika turut mempengaruhi para pejuang Indonesia untuk memperjuangkan hak mendasarnya sebagai manusia yaitu kebebasan atau kemerdekaan. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang mempersiapakan UUD 1945 negara RI dan dasar negara pun menyusun UUD 1945 dan dasar negara berdasarkan pemahaman tentang demokrasi dan Hak-hak asasi manusia.

        Simak sila-sila dalam Pancasila yang dimulai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sampai dengan sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semuanya menyiratkan keberpihakan pada hak-hak asasi manusia. UUD 1945 memberikan jaminan bagi terpenuhinya hak-hak mendasar bagi rakyat Indonesia terutama menyangkut demokrasi dan HAM.

        Setelah kemerdekaan, tidak dengan sendirinya rakyat dapat menikmati pemenuhan hak-haknya. Hal itu terjadi karena situasi bangsa dan negara yang masih ada dalam perjuangan untuk mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) maupun karena penyalahgunaan kekuasaan serta kekuasaan mutlak pemerintah yang berlindung di balik kedok demokrasi.

        Dibawah Pemerintahan Presiden Suharto Indonesia memasuki era yang disebut sebagai Orde Baru, yaitu orde yang dipandang berbeda dengan Orde Lama yang dipimpin oleh Presiden Sukarno. Pemerintahan Orde Baru menerapkan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. Mereka menyebut sebagai penjaga kemurnian Pancasila, menjunjung tinggi Demokrasi dan HAM. Dalam kenyataannya, pemerintahan Orde Baru sangat represif. Banyak terjadi pelanggaran HAM yang dilakukan pada zaman itu.

        Akhirnya lahirlah kesatuan gerakan untuk menghancurkan rezim Orde Baru. Dipelopori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat dan Maha Siswa dari seluruh Indonesia, mereka menduduki gedung DPR/MPR menuntut :

  1. Presiden Suharto mundur. 
  2. Pelaksanaan Demokrasi dan HAM secara total

        Pemerintahan Orde Baru tumbang dengan mundurnya Suharto pada tanggal 28 Mei 1998. Dengan demikian, menandai era baru yang disebut masa transisi menuju Reformasi. Beberapa mahasiswa Universitas Tri Sakti gugur sebagai pahlawan Reformasi.

        Banyak orang menyebut masa setelah Orde Baru sebagai era Reformasi karena adanya gerakan reformasi yang berhasil meruntuhkan pemerintahan Orde Baru. Dalam kenyataannya, hingga kini bangsa dan Negara Indonesia masih terus berjuang untuk mewujudkan tuntutan yang sama ketika menjatuhkan pemerintahan Orde Baru.

Demokrasi dan HAM adalah Anugerah Allah

        Sebagai mahluk mulia ciptaan Allah, manusia memiliki hak untuk diterima dan dihargai di manapun ia hidup. Implikasi dari prinsip ini adalah semua manusia dari berbagai latar belakang memiliki hak untuk diterima, dihargai dan menjalani kehidupan yang telah dianugerahkan Allah baginya. Di dalam Alkitab kita tidak akan menjumpai praktik hak asasi manusia seperti yang kita kenal sekarang. Namun di situ kita dapat menemukan benih-benihnya, seperti misalnya dalam penghargaan terhadap kehidupan dan nyawa seseorang, dalam perintah-perintah agar manusia hidup saling memperlakukan sesamanya dengan baik.

        Meskipun Alkitab menulis tentang manusia yang dianugerahi kehidupan dan berhak menjalani hidupnya, namun Alkitab juga menulis tentang terjadinya pelanggaran HAM dan ketidakadilan terhadap manusia. Ataupun tentang pemerintahan yang korup dan menindas rakyat sebagaimana dilakukan oleh Ratu Izabel dan suaminya, Raja Ahab terhadap Nabot (1 Raja-raja 21:1- 29). Berbagai bagian Alkitab menulis bagaimana manusia memperlakukan sesamanya secara tidak adil, menindas, memeras dan merampas hak mereka, sedangkan Mazmur 133 berbicara tentang suatu masyarakat yang hidup rukun bagai saudara. Masyarakat yang hidup rukun seperti ini tentu akan saling menghargai sesamanya. Mereka tidak akan saling menekan, menindas, memeras, apalagi menganiaya. Menurut pemazmur, masyarakat seperti itu akan tampak indah. Karena masyarakat seperti itu tidak akan banyak mengalami konflik. Konflik atau perbedaan pendapat akan mereka selesaikan dengan baik. Hal lebih penting lagi, kepada masyarakat seperti itulah Tuhan Allah akan melimpahkan berkat-Nya. Mengapa demikian? Jika Mazmur 133 bicara tentang masyarakat yang hidup rukun, maka Kitab I Raja-Raja pasal 21 bicara tentang bagaimana Raja dan isterinya menggunakan kekuasaan untuk menindas dan merampas hak warga negaranya. Atas penindasan yang mereka lakukan maka Allah menghukum mereka.

Refleksi

        Hak Asasi manusia adalah hak yang harus dipenuhi oleh setiap orang sebagai makluk mulia ciptaan Allah. Begitu pula demokrasi merupakan prinsip asasi bahwa tiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama di hadapan Tuhan dan negara. Sebagai remaja Kristen terpanggil untuk memiliki kesadaran demokrasi dan HAM serta mewujudkannya dalam kehidupan. Perwujudan demokrasi dan HAM bukan hanya sekadar memenuhi tuntutan Negara, masyarakat maupun ajaran iman namun menjadi bagian dari sikap hidup.

Closing statement

"Pendidikan Agama menjadi sarana perjumpaan dengan Allah yang diimani. Perjumpaan itu menghasilkan perubahan hidup yang menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan dan kebenaran."

(Janse Belandina Non)


Sumber :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2021 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XII Penulis: Janse Belandina Non-Serrano ISBN: 978-602-244-702-3 (jil.3)















Tidak ada komentar:

Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya

  BAB XI Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya  Kejadian 1:1-31 I Raja-raja 17-19, 21 II Raja-raja 1-2  Pendidikan Agama Kristen dan Budi ...