Translate

Selasa, 20 Januari 2026

Teologi Ekologi

Bab 11 Teologi Ekologi

Bahan Alkitab: Kejadian 9:8–17

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Tujuan Pembelajaran :

  1. Menjelaskan arti teologi ekologi.
  2. Mendeskripsikan keunggulan merawat lingkungan hidup.
  3. Menuliskan puisi tentang alam dan lingkungan hidup.

            Teologi berarti mempercakapkan firman Allah, maka dalam kerangka teologi ekologi kalian sedang berproses seputar firman Allah dengan lingkungan hidup. Kata ekologi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti ‘rumah’ dan logos yang berarti ‘ilmu atau pengetahuan’ yang ditempuh dalam proses studi. Oleh karena itu, ekologi menjadi studi yang mempelajari tentang relasi antarmakhluk hidup dengan lingkungan alam sekitarnya. Di dalamnya, semua makhluk hidup (tentu termasuk manusia) dipanggil untuk membangun relasi demi terpeliharanya seluruh karya Allah tersebut.

            Teologi ekologi tidak hanya berbicara tentang relasi yang kuat di antara semua makhluk, tetapi juga antara makhluk dengan Allah Sang Pencipta itu. Sesuai dengan namanya, teologi melibatkan Allah dalam seluruh rangkaian perjalanan alam semesta ini. Hal ini penting untuk didalami mengingat kondisi bumi yang telah mengalami krisis. Thomas Berry, sebagaimana dikutip Aritonang, mengungkapkan bahwa bumi mengalami krisis yang serius. Menurut Berry, ribuan spesies musnah di bumi ini. Hal ini berdampak pada musnahnya dunia sebagai dampak dari kemusnahan spesies tersebut. Berry bahkan mengungkapkan bahwa gereja nyaris tidak memiliki kepedulian terhadap kepunahan ini. Jika tudingan ini benar, ada yang keliru dalam proses berteologi. Pada dasarnya, proses berteologi justru harus dipelopori oleh gereja, terutama dalam memelihara dan merawat alam yang Tuhan ciptakan ini (Aritonang 2018, 202–203).

                Sejalan dengan pemikiran Berry, namun dalam konteks yang berbeda, John Stott mengungkapkan bahwa penyebab utama krisis ekologi adalah keserakahan insani (Stott 1996, 164). Ini juga mengerikan. Kerakusan dan keserakahan manusia terus-menerus menggerus kehidupan di bumi ini. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin bumi menjadi makin rusak dan tidak mampu memberi hasil yang baik bagi penghuninya. Manusia harus mengupayakan langkah agar bumi tidak makin rusak.

                Teologi ekologi dimaksudkan agar manusia benar-benar memahami panggilannya untuk bersikap positif terhadap lingkungan sekitarnya sehingga alam tetap terpelihara dengan baik. Proses pemeliharaan alam dengan baik akan membuat kehidupan terpelihara juga dengan baik. Manusia dan segala makhluk hidup yang ada di dalamnya akan terus terpelihara juga dengan baik.

                Langkah apa yang bisa dilakukan manusia agar kelangsungan usia bumi dapat dipertahankan? Salah satu yang harus dilakukan adalah mengembalikan bumi seperti saat Allah menciptakannya. Namun, ini menjadi tidak mungkin mengingat jumlah manusia yang terus bertambah, sementara banyak spesies lain telah punah dan tidak bisa dihadirkan kembali. Maka dari itu, yang paling memungkinkan adalah melakukan perawatan sederhana dengan menghijaukan bumi dan turut merawatnya. Hutan dikembalikan ke keadaan semula, dan spesies yang ada tetap dipertahankan sehingga ekosistem dapat tetap terjaga dengan baik.


                Rangkuman 

                Teologi dan ekologi merupakan dua rumusan yang harus dipahami secara mendalam. Teologi menegaskan tentang firman Allah, dan ekologi mempercakapkan tentang rumah yang perlu dirawat dengan baik. Dalam teologi ekologi, manusia dipanggil untuk memahami tanggung jawabnya untuk merawat bumi, membangun relasi dengan semua makhluk hidup, serta menjaga kelestarian bumi sebagaimana yang Allah janjikan kepada manusia dan seluruh ciptaan-Nya.

Refleksi Pemahamanku tentang teologi dan ekologi makin menguat. Aku belajar tentang teologi sebagai firman Allah, dan tanggung jawab ekologis yang harus kuwujudkan dalam kehidupanku. Kini aku memiliki pemahaman bahwa melestarikan lingkungan hidup merupakan wujud pemahamanku atas perjanjian antara Allah dengan manusia dan dengan semua makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, aku harus melestarikan alam sekitarku dan merawatnya hingga lestari selamanya.



Refleksi

                Pemahamanku tentang teologi dan ekologi makin menguat. Aku belajar tentang teologi sebagai firman Allah, dan tanggung jawab ekologis yang harus kuwujudkan dalam kehidupanku. Kini aku memiliki pemahaman bahwa melestarikan lingkungan hidup merupakan wujud pemahamanku atas perjanjian antara Allah dengan manusia dan dengan semua makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, aku harus melestarikan alam sekitarku dan merawatnya hingga lestari selamanya.









Sumber :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2021 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI Penulis: Mulyadi ISBN 978-602-244-708-5 (jil.2)

Tidak ada komentar:

Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya

  BAB XI Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya  Kejadian 1:1-31 I Raja-raja 17-19, 21 II Raja-raja 1-2  Pendidikan Agama Kristen dan Budi ...