Translate

Selasa, 19 Mei 2020

Landasan Teologis Diakonia Ekologi

Sumber gambar: buku "the hermetic museum" (AEdward Waite, global grey 2009) hal.265

        Sering berfikirkita pelayanan Diakonia hanyalah berkutat tentang pelayanan mimbar Greja dan pelayanan sepekan atau persemester, tetapi sering dilupakan bahwa pelayanan kita bukan hanya terbatas pada pelayanan Grejawi dan pelayanan sosial. Pelayanan Diakonia seharusnya merengkuh bukanhanya dalam pelayanan Grejawi dan sosial, pelayanan Diakonia semestinya Samapi menyentuh ranah keutuhan ciptaan sebagai satu kesatuan ekologi.

  Padamulanya karya penciptaan merupakan gambaran pelayanan diakonia, dalam Kejadian 1:1-31 pada mulanya Allah menciptakan "bereshit bara elohim" dan kata kerja "MWY" Kejadian 2:3 dan 4. Allah bekerja selama enam hari dan hari yang ke tuju Allah berhenti bekerja dan menguduskan hari itu, hingga perintah kepada manusia untuk berkuasa, mengelola, dan mengusahakan. Mandat Illahi untuk merawat semua ciptaan dan memberikan nama kepada seluruh ciptaan, hingga karya Yesus Kristus yang mengajarkan sebuah perintah untuk mempersatukan sesama, karena kedatangan Yesus Kristus bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani (Markus 10:46). Melayani dalam pernyataan Yesus yang ditulis oleh Markus disini dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata diakonein, pernyataan tersebut menyatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menjadi penguasa sehingga mengutus para murid untuk menjadi utusan, sehingga para murid memperdebatkan siapakah yang terbesar sehingga menjadi pendamping Kristus dikiriNya (Matius 18:1-5, Markus 9:33-37, Lukas 9:46-48), karena kehadiran Kristus untuk berkorban dan menjadi pelayan sehingga diakonein disini menggambarkan bahwa mengikut Kristus hendaklah menjadi pelayan atau diaken.


  Diakonia bergerak secara dinamis sehingga tidak bisa disamakan dengan konteks pada waktu zaman Israel kuno dalam PL konsep pembebasan Israel ataupun konteks PB dalam konteks Eropa masa penjajahan Romawi, Diakonia berkembang dari masa ke masa menemukan konteks yang tepat dan relevan sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Memperhatikan alasan-alasan dan faktor-faktor bukan teologis untuk menentukan jawaban atas kebutuhan-kebutuhan manusia, kemudian membicarakan segi-segi Alkitabiah yang berkaitan dengan diakonia. Konteks Alkitab tidak menyediakan pola dasar bagi pengorganisasian diakonia masakini, namun bisa menarik dari kebutuhan manusia pada saat ini. Alkitab menjadi sebuah rujukan teologis dari setiap pergumulan, karena Alkitab berisi permasalahan-permasalahan orang-orang yang dekat dengan Allah dalam pergumulan sosial didalam masyarakat.

Refrensi :
J. Van Klinken, Diakonia: Mutualisme Helping with Justice and compassion. (Kampen:Grand,1989).

Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya

  BAB XI Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya  Kejadian 1:1-31 I Raja-raja 17-19, 21 II Raja-raja 1-2  Pendidikan Agama Kristen dan Budi ...