Sumber gambar: https://www.pngdownload.id/png-oeu8cv/
Sering kita bertanya lembaga yang bergerak lintas donominasi dan berbasis iman Kristen, serta terlibat dalam kesejah teraan sosial masyarakat berkala ataupun insidental?
Parachurch adalah istilah yang di gunakan untuk organisasi yang menjawab pertanyaan diatas lantas apa itu parachurch dan kegunaannya?
Parachurch merupakan organisasi Kristen yang bekerja dilintas dominasi untuk terlibat dalam Kesejahteraan sosial. Parachurch sendiri bekerja lintas denominasi, nasional, dan batas-batas internasional dalam menyediakan banyak pelayanan dan pelatihan terspesialisasi yang sangat dibutuhkan. Fokus Parachurch sendiri pada bidang informatika, pendidikan, sosial (penampungan tunawisma, panti asuhan, tanggap bencana, dan perlindungan HAM) dan aktifis politik (politikus).
Berkerja sama dengan instansi lain yang terkait menambah kemampuan organisasi, karena kerjasama dapat memaksimalkan kinerja dari lembaga di lapangan. Organisasi juga menyediakan kebutuhan dari strategi manajemen bencana memerlukan sumberdaya modal, lembaga dan manusia, serta keuangan dan fisik. Manurut Barney "Kemampuan organisasi sendiri diidentifikasi sebagai salah satu sumber utama bagi pembangkit dan pengembangan keuntungan-keuntungan yang kompetitif”. Kemampuan dari organisasi adalah sekumpulan pengetahuan dari sumber daya yang disalurkan dan terus ditingkatkan secara berlipat ganda. Menurut Lazonik "organisasi melambangkan kekuatan revisi tenaga kerja yang khusus, terencana, dan terkoordinasi untuk mencapai tujuan.”
Lembaga Gereja juga membutuhkan legitimasi hal ini diperlukan untuk pengakuan dari luar dalam rangka membangun jejaring. Menurut Hall dan O'toole yang dikutip kusuma wati sebagai berikut :
Jejaring berkembang secara bertahap untuk mengelola sumber daya bersama atau berkembang secara tiba-tiba untuk menangani masalah yang ada. Jejaring dapat mengatur perbedaan secara fleksibel, efisien, dan inovatif yang memungkinkan para pemimpin mencapai sesuatu secara kelompok yang tidak mungkin diwujudkan secara individual. Oleh karena itu jejaring diperuntukkan untuk mengatur atau mengordinasi setiap lini dalam setiap tugas dan fungsi supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam lapangan.
Gereja sebagai lembaga Parachurch yang bergerak mewujudkan praksis didalam masyarakat dan menjadi terang dan garam bagi dunia serta mebawa Shaloom, sebagai fisi kedepan Greja yang hidup, Gereja yang mengulurkan tangan untuk sesama.
Lembaga Gereja juga membutuhkan legitimasi hal ini diperlukan untuk pengakuan dari luar dalam rangka membangun jejaring. Menurut Hall dan O'toole yang dikutip kusuma wati sebagai berikut :
"Teori jejaring (Networking Theory) gambaran bahwa hubungan ini merupakan pengaturan antar organisasi yang sederhana atau kombinasi organisasi, kelompok, dan individu dari berbagai sektor yang komplek."
Jejaring berkembang secara bertahap untuk mengelola sumber daya bersama atau berkembang secara tiba-tiba untuk menangani masalah yang ada. Jejaring dapat mengatur perbedaan secara fleksibel, efisien, dan inovatif yang memungkinkan para pemimpin mencapai sesuatu secara kelompok yang tidak mungkin diwujudkan secara individual. Oleh karena itu jejaring diperuntukkan untuk mengatur atau mengordinasi setiap lini dalam setiap tugas dan fungsi supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam lapangan.
Gereja sebagai lembaga Parachurch yang bergerak mewujudkan praksis didalam masyarakat dan menjadi terang dan garam bagi dunia serta mebawa Shaloom, sebagai fisi kedepan Greja yang hidup, Gereja yang mengulurkan tangan untuk sesama.
Refrensi:
Bevaola Kusumawati, "Manajemen Bencana dan Kababilitas Pemerintah Lokal" (Yogyakarta:Media, 2014).
Dr. A. Noor de Graff, "Orientasi Diakonia Gereja: Teologi dalam Perpektif Reformasi" (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004).
Dr. A. Noor de Graff, "Orientasi Diakonia Gereja: Teologi dalam Perpektif Reformasi" (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004).
