Sumber gambar: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3028758610545326&id=100002336501450
Hubungan harmonis antara Allah, manusia dan semua ciptaan terjalin sebagai suatu kesatuan pemeliharaan Allah sebuah karya pencipta Kejadian 1 dan 2 serta pemeliharaan Allah. Sebagai pencipta khalik dan bumi, di representasikan dalam pengakuan iman Rasuli yang pertama: "Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi."
Penciptaan segambar dan serupa merupakan sebuah representasi dari Allah sebagai mitra dalam merawat ciptaan. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Kejadian 2:15 (TB). Sebuah teologi dalam pengingat sebagai ciptaan yang terbaik dari semua ciptaan bahkan menjadi ciptaan imago dei yang serupa dan segambar dengan penciptaNya, dan mendapatkan mandat kultur sebagai misio dei umat Allah dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia. Menurut Theodorus Kobong Gereja berfungsi seperti yang dikutip bambang subandrio sebagai berikut:
"Saluran berkat bagi dunia untuk memproklamasikan dan mendemonstrasikan kehidupan dalam kekudusan dan kebenaran. Gereja diutus ke dalam dunia, berada dalam dunia untuk dunia, yang berorientasi pada "suteriologi-kosmologis". Artinya Allah hadir untuk menyelamatkan seluruh ciptaan (kosmos) secara holistik. Karena berkat bagi semua orang tidak bisa dilepaskan dari keutuhan ciptaan itu sendiri."
Keutuhan ciptaan merupakan mandat kultural dan tugas Gereja adalah untuk menjadi garam dan terang dunia. Sebagai perwujudan warta Allah di dunia, maka sebagai ciptaan yang bertanggung jawab untuk merawat dan tidak mengeksploitasi ciptaan untuk memuaskan kebutuhan dan tidak berfikir jangka panjang dari tindakan yang dilakukan.
Refrensi:
Bambang Subandrio, "Agama Dalam Praksis" (Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2003)
Liek Wilardjo, "menerawang di kala senggang: kumpulan tulisan Liek Wilardjo" (Salatiga:FT elektronik dan program Pascasarjana studi pembangunan UKSW, 2009).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar