Translate

Selasa, 19 Agustus 2025

Komunikasi Keluarga

 Bab 4 Komunikasi Keluarga

Bahan Alkitab: Efesus 4:25–29; Yakobus 1:19–20

Tujuan Pembelajaran :

1. Mendesain komunikasi dalam keluarga.

2. Mendeskripsikan peran anggota keluarga dalam komunikasi.

3. Membuat kalimat ajakan untuk membangun komunikasi keluarga.

4. Menuliskan karangan singkat.


            Bagaimanakah model komunikasi yang kalian lakukan di rumah? Tentu sangat beragam. Ada yang melakukan komunikasi verbal, tidak jarang juga ada keluarga yang memiliki simbol-simbol tertentu untuk komunikasi internal mereka. Nah, bagaimana sebenarnya komunikasi tersebut bisa berjalan? Untuk menjawab hal tersebut, melalui Bab 4 ini kalian akan diajak untuk memahami komunikasi, yakni sebuah proses interaksi dan transfer informasi. Dalam komunikasi, semua yang terlibat harus ikut serta dan membuka ruang pemahaman bagi yang lain. 

            Secara umum komunikasi dibagi menjadi beberapa jenis yakni komunikasi secara verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan maupun tulisan. Sementara itu, komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan simbol atau gerak tubuh seperti bahasa isyarat, juga kontak mata dan ekspresi wajah.

            Komunikasi adalah sebuah proses di antara dua orang atau lebih yang sedang berbagi pemahaman, pemikiran, juga gagasan, yang di dalamnya setiap orang saling memberi dan menerima informasi. Prosesnya, seperti telah disampaikan di atas, bisa berlangsung dengan kontak mata, gestur atau bahasa tubuh, dan berbagai model yang disepakati oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut.

            LITTLE HOUSE ON THE PRAIRIE


Pada tahun 1970-an, TVRI, yang menjadi stasiun televisi satu-satunya di Indonesia kala itu, menayangkan sebuah film keluarga yang menarik. Judulnya Little House on the Prairie. Film ini menayangkan kehidupan keluarga sederhana di sebuah kampung. Di sana ada satu-satunya gereja yang juga menjadi tempat belajar formal seperti sekolah. 

Salah satu keluarga yang menjadi fokus film itu adalah keluarga Ingalls, dan salah seorang pemeran utama adalah Charles Ingalls (diperankan oleh Michael London). Mereka adalah keluarga petani sederhana, memiliki ladang dan sedikit ternak. 

Kehidupan mereka sangat terbatas dengan ruang lingkup yang juga terbatas karena mereka jauh dari kota. Namun, apa yang menarik dari keluarga ini? Mereka telah menyepakati bahwa segala hal dalam kehidupan mereka harus dipercakapkan bersama. Biasanya mereka memanfaatkan waktu bercakap di meja makan. Jika ada masalah, seluruh anggota keluarga harus memberi kontribusi pemikiran dan jalan keluar terbaik yang disepakati bersama.

Menjelang malam dan sebelum tidur, keluarga Ingalls juga akan berdoa bersama, membacakan cerita sebelum tidur, khususnya bagi adik yang paling kecil. Mereka akan membacakan Alkitab atau buku secara bergiliran dan mengakhiri dengan doa bersama Ini merupakan sebuah rutinitas yang dilandasi pada pemahaman iman yang kuat agar seluruh proses kehidupan dengan berjalan dalam komunikasi yang berkualitas.


Indonesia tentu tidak ketinggalan dengan tayangan film-film keluarga. Pada tahun yang sama (1970-an) juga ditayangkan film seri Keluarga Marlia Hardi yang juga berkisah tentang keluarga dan komunikasinya. Akhir akhir ini, generasi kalian juga berjumpa dengan film Keluarga Cemara yang menampilkan sebuah kehidupan keluarga yang sarat dengan bangunan komunikasi di dalamnya.


            Komunikasi dalam keluarga merupakan sesuatu yang sangat penting. Sebagaimana telah disampaikan di atas, komunikasi adalah transfer informasi, gagasan, dan pemahaman antara yang satu kepada yang lainnya.

            Dalam kehidupan keluarga tentu komunikasi sangat diperlukan. Interaksi dalam keluarga bisa terjalin dengan baik jika dibangun sebuah komunikasi berkualitas. Seluruh anggota keluarga membuka ruang hidupnya bagi yang lain. Ayah memahami apa yang ibu maksudkan, orang tua memahami apa yang anak-anak maksudkan, kakak memahami apa yang adik maksudkan, demikian juga sebaliknya. Apa akibatnya jika dalam keluarga tidak terjalin sikap saling memahami? Apa dampaknya jika dalam keluarga masing-masing hidup untuk dirinya sendiri? Suasana rumah tidak akan hangat. Seorang yang bernama Steven McCornack menyebutkan bahwa dalam kehidupan komunitas (termasuk keluarga dalam rumah tentunya) dibutuhkan romantic relationship, yakni sebuah relasi yang di dalamnya setiap orang membuka diri bagi yang lain (McCornack 2010, 320–329).

            Steven McCornack mengungkapkan bahwa manusia bisa terjebak dalam sikap horn effect, yakni sikap negatif yang dilekatkan pada seseorang. Pandangan ini menunjuk pada pola negatif. Seseorang diberi stigma, artinya apa pun juga yang dilakukannya sudah diberi label negatif dan buruk. Sebaliknya, McCornack menawarkan gagasan agar komunitas (termasuk keluarga di dalamnya) membangun spirit halo effect, yakni sebuah pemahaman positif yang dilekatkan pada seseorang (McCornack, 99).

            Akibatnya, semua orang membangun hidup yang baik sebab yang bersangkutan mendapat tempat dalam kehidupan yang lain. Jika halo effect dilekatkan dalam keluarga, bukan tidak mungkin keluarga menikmati sukacita dan kebahagiaan karena setiap anggota keluarga saling terbuka dengan keyakinan positif dan mendapat dukungan.


Efesus 4:25–29 dan Yakobus 1:19–20

            Surat Efesus merupakan surat khusus dari Rasul Paulus kepada jemaat (gereja) di Efesus. Mereka adalah gereja awal yang hidup dalam pergumulan, khususnya ketika mereka berhadapan dengan berbagai pengajaran. Sebagai jemaat awal, tentu mereka membutuhkan pengajaran yang berkualitas. Sementara itu, Paulus sendiri tidak bisa mengunjungi mereka secara rutin karena Paulus harus terus-menerus berkeliling ke jemaat-jemaat lain juga. Oleh karena itu, salah satu cara Paulus mengajar atau mendidik iman mereka adalah dengan mengirimkan surat. Di dalam surat-suratnya, Paulus mengajarkan tentang hidup beriman, bertutur kata yang baik, serta menunjukkan sikap hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

            Salah satu persoalan di tengah jemaat adalah tentang kehidupan keluarga. Di dalam keluarga semestinya ada kejujuran dan keterbukaan, tidak berdusta, saling menguatkan, dan saling berkomunikasi dengan baik. Dengan demikian, kehidupan keluarga terjaga dengan baik.

            Demikian juga dengan Surat Yakobus. Yakobus mengirimkan suratnya agar umat benar-benar terpelihara dengan baik. Pada bagian-bagian lain, Yakobus meminta agar umat jangan menyampaikan hal-hal yang tidak benar seperti memfitnah (Yak. 4:11–12). Sebaliknya, umat hidup dalam kebersamaan dan membangun komunitas (persekutuan) yang kuat, terutama kesediaan melakukan perbuatan baik untuk menunjukkan sikap iman (Yak. 2:14–26).

            Bagi Yakobus, kesediaan setiap orang dalam komunitas dan keluarga untuk saling membuka diri menjadi hal yang sangat penting. Keluarga dipanggil untuk saling mengungkapkan berbagai hal secara terbuka, jujur, dan saling menguatkan.


Rangkuman 

            Komunikasi keluarga harus dimulai dengan membuka ruang bagi semua anggotanya. Memberi diri dengan halo effect dan menutup ruang pada perspektif horn effect akan memberi dampak positif bagi perjalanan romantic relationship dalam kehidupan yang lebih baik.

            Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang terus-menerus melakukan komunikasi, transfer infomasi dan gagasan, serta menyepakati model komunikasi berkualitas. 


Refleksi

"Aku telah belajar tentang komunikasi keluarga. Aku juga telah menelusuri teks Alkitab menyangkut pola komunikasi dengan menguasai diri agar tidak menyimpan amarah, bahkan mengembangkan pola komunikasi berkualitas dalam keluarga. Kini saatnya bagiku untuk menghadirkan seluruh pendalaman tersebut dalam setiap langkah yang akan aku lakukan dalam keluarga."


Sumber :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2021 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI Penulis: Mulyadi ISBN 978-602-244-708-5 (jil.2)



Tidak ada komentar:

Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya

  BAB XI Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya  Kejadian 1:1-31 I Raja-raja 17-19, 21 II Raja-raja 1-2  Pendidikan Agama Kristen dan Budi ...