Translate

Sabtu, 06 September 2025

Menjadi Ciptaan Baru

Bab 5 Menjadi Ciptaan Baru 

Bahan Alkitab: 2 Korintus 5:16–21

Pendidikan Agama dan Budhipekerti Kelas XI


Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menganalisis cara Allah membarui keluarga Kristen.
  2. Membuat video singkat tentang keluarga yang takut pada Allah.
  3. Mempresentasikan kajian tentang kehidupan keluarga yang diperbarui Allah. 
            Peristiwa penciptaan oleh Allah sebagaimana digambarkan Kitab Kejadian telah melahirkan pemahaman bahwa penciptaan lahir dari ketiadaan. Kitab Kejadian melukiskan bahwa pada saat itu “bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya” (Kej. 1:2a).

Bacalah 2 Korintus 5:16–21

            Surat Korintus (baik yang pertama maupun yang kedua) ditulis Paulus kepada jemaat atau gereja besar. Mereka berada dalam situasi yang lumayan sulit karena berbagai hal yang dihadapi terutama konflik pengajaran. Tentu harus dipahami bahwa sebagai kota pelabuhan yang besar, Korintus menjadi demikian ramai. Banyak orang keluar dan masuk ke wilayah tersebut dan membuat mereka harus terus-menerus menghadapi aneka pengajaran yang membuat umat kesulitan memahami mana yang baik, yang benar, serta yang harus diterapkan dan dilakukan.
            
            Salah satu hal besar yang dihadapi gereja awal di Korintus adalah kehidupan lama mereka dengan penyembahan berhala serta ajaran hidup lama. Semua itu membuat mereka terpaku dan kebingungan. Manakah yang mereka pilih: hidup lama dengan cara penyembahan itu ataukah pola hidup baru yang diajarkan Paulus? Sebagai gereja yang baru lahir, menjadi wajar jika mereka bingung dengan ajaran-ajaran tersebut. Untuk itulah Paulus hadir dan mengirimkan suratnya agar umat terpelihara. Mengapa dengan surat? Jika disampakan secara lisan, umat akan cepat lupa. Sebaliknya, melalui surat, umat akan dapat mendengar kembali pesan Paulus itu ketika dibacakan dalam berbagai kesempatan. Di samping itu, surat akan dapat disimpan sebagai suatu dokumen yang berharga.

            Dalam situasi seperti itulah Paulus menekankan agar umat benar-benar memahami ciptaan baru. Ciptaan baru bukanlah berarti seseorang diciptakan kembali, melainkan seseorang melakukan pola hidup baru yang lebih baik. Umat (gereja) diajak untuk bersedia meninggalkan dan menanggalkan cara hidup lama dengan penyembahan berhala itu dan hidup baru dengan mengikuti Allah. Di samping itu, umat juga diajak untuk menjalankan hidup yang baru. Misalnya, jika sebelumnya seseorang terbiasa menyingkirkan orang yang lemah secara ekonomi, kini ia diubah menjadi peduli terhadap orang-orang miskin. Mereka juga diminta untuk meninggalkan kebiasaan pesta pora dan memulai kebiasaan baru, yakni hidup dalam iman kepada Allah.


Rangkuman

Ciptaan baru adalah sebuah respons atas karya Allah yang selalu membutuhkan tindakan yang terus-menerus diperbarui. Setiap orang harus meninggalkan kehidupan lama yang tidak mencerminkan karya Allah, dan memperbaruinya dengan tindakan yang baru, yang menghadirkan tindakan yang di dalamnya karya Allah tampak dalam hidup setiap orang. 


Refleksi

Sekarang aku bisa memahami dan mempraktikkan hidup sebagai ciptaan baru. Belajar dari pengalaman umat dalam 2 Korintus 5:16–21, perilaku yang lama yang buruk perlu ditanggalkan dan diganti dengan perilaku hidup baru yang telah diperbarui. Aku mau belajar menjadi pribadi baru yang telah Allah ciptakan dengan sangat baik.




Sumber:

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2021 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI Penulis: Mulyadi ISBN 978-602-244-708-5 (jil.2)


Tidak ada komentar:

Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya

  BAB XI Allah Menciptakan Alam dan Keindahannya  Kejadian 1:1-31 I Raja-raja 17-19, 21 II Raja-raja 1-2  Pendidikan Agama Kristen dan Budi ...